#4 *request-an AK -__-

“Jadi Kate Ravioska baru saja pergi? Bolehkah aku menunggu sampai wanita itu kembali?” pinta pria yang masih memegang kunci apartemen milik Kate. Sang recepsionist terlihat meninmbang-nimbang dan mengangguk. Pria tersebut menunggu di sofa yang disediakan di lobi apartemen ini. Percuma, pria itu tidak akan bisa naik 1 lantai sekalipun dengan memaksa. Hanya penghuni yang boleh naik 1 lantai ke atas dan seterusnya. Tak lama kemudian, terlihat seorang wanita dengan setelan yang sama dengan Kate namun ia memaruh kacamata coklat di kepalanya, memperkurang kemungkinan poni coklatnya jatuh menutupi mata. Wanita itu begitu manis. Dia… Kate. “Um.. Permisi, Kate Ravioska?” Tanya pria yang sudah menunggu 5 menit di lobi apartemen untuk kedatangannya. Kate menatap lelaki itu dari ujung kaki sampai pangkal kepala, lalu mengangguk ramah. Kate sungguh tidak mengenal lelaki ini, seharusnya yang ia temui adalah lelaki dengan tatapan tajam. Namun pria yang sedang berdiri didepannya ini adalah seorang pria dengan tatapan hormat dan ramah. Siapa pria ini? Tiba-tiba pria tersebut menjulurkan tangannya yang terkatup dan membukanya pelan-pelan. Ada kunci apartemen Kate disana. Awalnya, Kate tertahan untuk bernafas sesaat namun di detik berikutnya wanita itu merampas kunci apartemennya dan menggenggam tangan lelaki tersebut penuh arti. “T-terimakasih! Sungguh tidak tahu bagaimana nasibku bila tidak ada anda!” kata Kate yang seperti meremas tangan putih dengan jari-jari panjang lelaki tersebut. “Y-ya, tidak masalah,” jawab pria tersebut sambil berusaha melepaskan cengkraman Kate yang semakin kuat. Akhirnya, Kate melepaskan cengkramannya dan memasukan kunci tersebut kedalam tas. Alih-alih pria tersebut langsung ditinggalkan oleh Kate, wanita itu malah menyuruhnya minum segelas espresso di apartemen Kate. “Maaf, saya ada urusan lain,” jawab pria itu sambil menatap Kate misterius. “Maaf sekali,” lanjutnya. Kate mengangguk, “Baiklah. Saya sangat berterimakasih, semoga kita dapat bertemu di lain waktu. Dah!” seru Kate sambil melambaikan tangan seiring pria itu tersenyum kaku dan membalikan tubuh lalu hilang tertutup pintu masuk basement.”Fuh,” desah Kate sambil menatap jam tangannya. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. “Aku ngantuk sekali,” lanjutnya lalu berjalan menuju lift. Sesampainya di dalam apartemen mewah miliknya—yang diberi oleh managernya—ia langsung membanting tas selempang ke sofa dan duduk merebahkan diri. “Aku tidak boleh ter—“ sesaat ia melihat jam tangannya. “LAMBAT?!” lanjutnya sambil bangkit kembali lalu segera melesat ke kamar tidur. Membuka lemari 2 pintu berwarna putih klasik dan mundur 3 langkah. Matanya menyapu setiap senti lemari pakaiannya. Hasilnya nihil. Lalu ia membuka lemari satunya lagi yang dikhususkan menyimpan gaun-gaun panjang agar tidak terlipat. Ia tidak bisa melihat satu persatu, tangannya yang bertindak. “Mana kostum yang sudah aku siapkan semalam?!” seru Kate sambil terus melihat satu persatu. Menggeser sesenti dari tempat setiap gaun itu digantungkan. Lemarinya sudah sangat penuh hingga ia memutuskan untuk mengambil kostum yang tepat untuknya, bukan gaun. Ia mendengar ponselnya berdering hebat di dalam tas selempang yang ia taruh di atas meja kecil dekat tempat tidur. Kate menggeram kesal lalu kembali mencari pakaian yang cocok tanpa mengangkat sambungan telepon terlebih dahulu. “Bingo!” tidak lama, Kate menemukan setelan yang pas untuknya dimalam musim dingin. Segera ia mencuci muka dan memakai lip balm. Simple. Ia bukan tipe wanita yang hobi berdandan bermenit-menit bahkan bejam-jam. Dari pertama ia menjadi model remaja, tidak pernah sekalipun memakai make up kecuali saat sesi pemotreran dan itupun dilakukan oleh tata rias. Make up untuknya hanya sebatas lip balm warna bibir. Setelah semuanya siap, ia menata rambutnya sedemikian rupa agar terlihat 2 tahun lebih muda. Mengapa? Ya, ia memakai kostum Korean style yang terlihat rumit namun menarik. Ia tambahkan kupluk rajut putih yang dibiarkan menggantung menutupi sebagian kepalanya. Rambutnya? Ia mengikat menjadi 2 bagian seluruh rambutnya. Ikatannya tidak begitu kencang, sengaja dibuat longgar agar senada dengan kupluk yang dipakainya. Sengaja pula ia sisihkan beberapa helai rambut untuk menemani poni sampingnya yang menutupi mata. Tak lupa, ia membawa kamera dan beberapa lensa tambahan untuk memotret. “Apapun komentarnya, aku tidak peduli.” Dan segera ia melesat keluar, menuju basement.

Tubuh 175 senti milik Kate terlihat jelas di pintu masuk ball room. Beberapa kerabat yang perlu mencerna siapa-orang-dengan-fashion-korea-ini? Hingga salah seorang wanita bertubuh lebih pendek beberapa senti dari Kate menyalaminya. “Kate Ravioska,” kata wanita itu seiring senyumnya berkembang. Belum sempat Kate menyapanya, ia kembali menyela, “Orang yang paling cuek dalam hal model namun menarik,” seolah kata-katanya itu menghipnotis, tak lama, beberapa wanita sebaya dengan pakaian yang dapat membuat mereka terlihat lebih tua menghampiri Kate, menyalaminya. Acara sudah berlangsung lebih dari 2 jam dan dalam 2 jam itu sudah banyak tamu yang memenuhi ruangan. Kate baru datang setelah acara berlangsung 1 jam. Beberapa teman dan sahabat lama ada disana. Dan… siapakah itu? Pria tinggi dengan tubuh tidak begitu berisi namun sangat menarik perhatian. Ia memakai baju formal hitam-kelabu. Kate merasa tidak enak hati melihat semua orang memakai gaun namun dirinya memakai baju ala Korean style yang memang menarik baginya. Beberapa orang yang kenal dekat dengan Kate akan segera mengerti mengapa perempuan ini begitu berbeda. “Pst…” bisik Kate pada sahabat lamanya, sahabat yang tadi sore menghubunginya beberapa kali namun tidak diangkat. Zoe Griner. Zoe hanya melirik Kate sekilas, matanya yang berbicara. “Itu siapa?” Tanya Kate.

Advertisements

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s