Hehehe (:

Satu hal yang perlu kalian ketahui, minggu ini adalah minggu saya terakhir sekolah. Bisa dikatakan bila ingin lebih spesifik, H-2 bagi rapot, yang artinya H-3 libur semester. Sungguh tidak sabar. Lagipula, siapa yang tidak ingin libur jika dalam 5 hari setiap minggu dalam 12 bulan, bekerja? Both pelajar dan orang yang bekerja, secara harfiah.

Gue kenapa jadi baku gitu dah-_- Oke, mulai aja deh ya post kali ini.

Um.. Agak gimana gitu ya.. Kalau boleh jujur gue adalah orang yang suka hal-hal berbau classical romance atau romance. Baik itu teen atau dewasa. Maksudnya, bukan berarti gue suka hal-hal berbau dewasa, namun ya.. Bisakah kalian mencerna apa yang saya maksud itu sendiri? TUHKAN GUE JADI BAKU LAGI. Lagian, apa salahnya juga jadi baku yak…

#nowplaying Something ‘Bout Love – David Archuleta

Love, love and love. Hhh.. Terlalu mainstream emang ya buat orang yang suka sama hal-hal berbau romance apalagi gue cewek. Sungguh mainstream. Tapi… Apa boleh dikata? Gue selalu suka hal-hal dimana bisa bikin gue ngerasa.. There’re butterflies in my stomach. Mungkin untuk sebagian orang romance itu adalah sesuatu yang agak menyebalkan, entah itu alasan karena mereka pernah disakiti atau memang tidak peka. Namun I do love romance.

Sebenernya nggak bisa disebut romance yang bener-bener full romance. Gue suka hal yang agak mengejutkan, seperti orang jatuh cinta dengan seekor binatang. Itu gak mainstream untuk dijadikan bahan cerita namun sangat sempurna untuk dijadikan bahan omongan. Dan kalau kebanyakan orang seperti itu mungkin lebih baik gue ga pernah dilahirin ke dunia. Oke, intermezo selesai.

Kadang gue suka heran.. Seorang-kayak-gue-yang—*some text missing* Yah.. Bisa dikatakan, nggak terlalu peka dengan hal-hal seperti itu bisa suka sama genre romance. Alasannya mungkin kurang masuk akal, tapi gue suka saat seseorang nggak ngebohongin perasaannya sendiri, berani berjuang dan pantang menyerah buat ngedapetin orang yang dia sayang. Seems like they’re meant to be, walaupun tantangannya bener-bener gak sepele. Yah.. Karena semua itu butuh proses ๐Ÿ™‚

#nowplaying The Man Who Can’t Be Moved – The Script

Hhh.. Gue capek menghela nafas saat jari-jari gue ngetik rangkaian kata dalam post kali ini. Sometimes, I can’t change all things in my mind into words. Mungkin bukan gue aja, ya? Gimana ya.. Sebenernya gue belajar peka sama orang itu dari novel. Novel berbau romance walaupun nggak full romance. Ohiya, gue paling suka sama cerita yang bikin gue pengen nge-skip beberapa halaman novel karena ingin tau penyelesaian masalah atau tahap abis klimaks cerita terungkap. Itu.. Bisa disebut GREGET. Bener gak? Huahahahaha. But I didn’t do that, for sure.. Soalnya kalo gue beneran ngeskip beberapa halaman, gue merasa didiskualifikasi. Mengetahui apa yang harusnya gak diketahuin dulu sebelum mengikuti tahap untuk tau ‘sesuatu’ itu sendiri. Gue juga punya komitmen kalo baca novel, gak pernah buka halaman paling belakang saat belum waktunya untuk dibaca karena beberapa part masih belum diketahui.

Di belahan dunia yang lain, di berbagai negara subtropis itu lagi Winter sekarang. Confess sesuatu saat winter itu adalah hal yang paling tepat menurut gue. Salju itu putih, lembut, tapi dingin. Nah saat dingin itu, yang ngehangatin adalah perasaan. Iya bukan sih.. Menurut gue sih gitu, hahahahaha. EH APASIH GUE JADI ANEH YA. Sadar gak sih, reader.. *kayak yang ada baca blog gue aja* sikap gue.. Atau tingkah laku gue berubah? Gue sih agak merasakan perbubahan itu tapi ga begitu.. Di anggap rumit. Maksudnya, semua orang pasti berubah, cuma berubahnya itu ada cabang-cabang lagi. Kayak berubah jadi baik, berubah jadi jahat, berubah jadi peka, berubah jadi centil daaan sebagainya~ Kalo gue masuk ke berubah jadi apaan yak.. Kalian bisa bantu gue buat nemuin perubahan apa yang ada di diri gue? Karena setiap masukan dari orang itu penting -_-b Intinya gue ga takut kalo gue berubah, karena gue ga akan tetep kayak dulu lagi..

Hehehe (: itu judul yang paling tepat menurut gue. Karena dibalik HEHEHE, orang gak tau ‘hehehe’ yang gue maksud dengan emot senyum itu bermakna apa. Bisa bermakna malu, seneng, sedih, berbunga-bunnga, dsb. Dan.. Gue udah cukup puas sebenernya nulis ini post. Walaupun post-nya pendek, tapi gue agak.. Lega gimana gitu. Ada sesuatu yang pergi dari pikiran saat gue ngutarain sesuatu lewat nulis. Dari dulu, entah udah jadi kebiasaan atau apa, setiap ada masalah pelarian gue adalah nulis. Entah nulis apa, yang penting jari ini bekerja, ngilangin sebagian pikiran yang kalo dilamain bakal ngebusuk di otak.

Btw, daerah gue hujan nih. Gue suka hujan, apalagi feel-nya itu.. Duh, hujan itu selalu bikin gue nyaman di satu kondisi. Ya, kecuali kalau mau pulang dan hujan sementara belum dijemput, itu beda cerita –”

Goodnight~ x[:

Advertisements

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s