Pulang Dengan Selamat (part. 2)

#nowplaying End of The Road – Boyz II Men

Akhirnya, setelah hampir setahun gak ngelanjutin post yang pernah gue publish, sekarang gue berniat untuk ngelanjutin. Untuk part 1, bisa klik ini yaaa. Jadi, ceritanya taun kemaren tuh ada LDKS gitu. Bentuknya camping dan Saba Desa. Di hari kedua ini, setelah beres-beres tenda, masak sarapan seadanya (gue ga sarapan hiks) kita lanjut perjalanan yang jaraknya kurang lebih 8 km.  Lewat kebun teh.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Setelah ngelewatin kebun teh itu, kita istirahat dulu buat makan siang di… Ada lah dataran kosong. Kita kumpul berkelompok sesuai kelompoknya masing-masing. Kelompok gue masak nasi (yang berasnya ga dicuci dulu), dengan air minum seadanya yang stoknya pun tinggal itu doang. Sebenernya kita bawa uang, tapi maksimal pegangan uangnya itu hanya 5k atau 7k ya gue lupa? Pokoknya ga boleh lebih dari itu dan kita harus pake duit itu untuk 4 hari 3 malam.

Kelompok gue, selagi nunggu nasinya mateng, kita lupa–hanya ada kornet dan gue ga begitu suka kornet. Karena di kejar waktu, kita pun terpaksa makan NASI GA MATENG DAN SUMPAH ITU GA ENAK BANGET. Tapi, rasanya pas gue makan pake Tuc (biskuit, ga nyambung emg, tapi yg penting makan) dan kornet, gue abisin aja. Bodo amat sama rasanya. Ditambah, selama gue jalan, gue ga memakai kaos kaki (yang ditaro didasar tas) Bego banget emang. Alhasil kaki gue lecet di beberapa titik dan itu sangat menyiksa.

Yang lucu, kelompoknya Tika ngebakar nuget sama sosis di atas daun jati. Mau tau gimana rasanya? PAHIT. Terus karena kelompok Bella krisis makanan, mereka ngabisin nasi yang kelompok gue buat. Saling berbagi–intinya. Hahaha

Selesai itu, semua diberesin. Btw, kita pake parapin atau parafin ya itulah ya buat masak. Perjalanan pun berlanjut!

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Keliatan banget perbedaan cara cowok sama cewek lompat itu. Apalagi kaki cowok lebih panjang… Sedih.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Belum sampai jalanan beraspal, kabut udah mulai turun. Ga lama kemudian, setelah menempuh kurang lebih 8km itu, kita pun bertemu jalanan aspal. Kelompok gue bertuas untuk minta izin sama kepala desa yang bakal kita tinggalin. Sementara kelompok yang lain minta izin sama orang-orang penting di desa. Konyolnya, kelompok… Siapa ya… Mereka salah masuk rumah. Ceritanya, mereka udah dapet informasi dari instruktur, terus mereka masuk ke rumah yang alamatnya tertera di selembaran kertas. Pas masuk, mereka udah ada yang duduk, malah udah ngobrol banyak. TERNYATA MEREKA SALAH RUMAH, BUNG! Salah RT dan RW. Mukeee. Yang paling jauh itu kelompoknya Nesa. Mereka udah jalan jauh banget dan kami emang berpencar.

Hingga akhirnya hujan mulai turun, kita memutuskan untuk pake ponco masing-masing dan nunggu di warung. Taunya, hujan gak kunjung berhenti jadi kita terpaksa nerobos.

???????????????????????????????

Yang gue paling ga suka dari orang Desa itu adalah, saat gue nanya “Bu, Desa Patengan Baru masih jauh?” terus si Ibu yang baru pulang dari manen jawab, “Nggak. Kira-kira 1 km lagi darisini.” Setelah satu-dua kalimat basa-basi, gue pun lanjut jalan sama yang lain dalam keadaan celana basah kuyup. Di jalan, ketemu kelompoknya Nesa–walaupun ga utuh. Ngakak moment adalah saat Bella jalan paling terakhir dan itu ngebuat orang-orang takut kalo dia ketinggalan/nyasar/sebagainya. Karena dia bener-bener jauh dari kelompoknya lol.

Setelah menempuh jalanan yang basah banget gara-gara hujan, kita pun GA NYAMPE-NYAMPE ke Desa itu. Padahal kita udah jalan jauuuh banget sampe berhenti di rumah warga dulu, takut-takut kita udah ngelewatin si Desa itu. Tapi nyatanya masih jauh. Kayaknya itu lebih dari 1 km deh-_______-

Beberapa meter dari tanjakan menuju Desa, hujan udah mulai reda dan itu menyebalkan. Disana, kita disambut sama anak-anak Karang Taruna.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Nyampe disana, kita langsung duduk duduk gitu istirahat. Ditambah dingin banget. Tapi ada satu orang yang belum ada, yaitu BELLA. Setelah kita buka jas hujan, istirahat, menghirup udara dingin, menikmati dingin, akhirnya Bella kelihatan jalan pelan.

Abis itu, kita udah dibagi kelompok untuk nempatin rumah warga. Awalnya, kita pasangan cewek-cowok yang bakal nempatin 1 rumah. Tapi, ketua desa disana ga memperbolehkan cewek-cowok di satu rumah. Jadi pasangan di atur lagi, dan jadinya cewek-cewek dan cowok-cowok. Gue satu rumah sama April. Begitu sampe sana, awkward dulu awalnya. Kita udah kedinginan, menggigil, mana celana basah kuyup. Ibunya baik sekali. Beliau bikinin gue sama April teh hangat, ada juga anaknya. Karena dingin banget, kita numpang ngangetin diri di perapian buat masak nasi gitu di belakang rumahnya.

Akhirnya, karena hari sudah mulai malam, kita makan dulu, masakannya enak-enak loh! Lauknya banyak, macem-macem, beda banget sama di rumah. Terus ibu angkat (?) gue sm April bilang, “Maaf ya cuma ada ini aja.” WHAAAT?! Segitu banyak masakannya dibilang ‘CUMA’ ?! Ya terserah deh-_-

Well, itu hari kedua kita berempat belas di acara Camping + Saba Desa!

See you next post 😉

Advertisements

One thought on “Pulang Dengan Selamat (part. 2)

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s