LOP: Gili-Gili

Gini, ceritanya.

Berhubung Gili (pulau) di sekitar NTB banyak banget, gue sampe lupa pernah berkunjung ke Gili mana aja. Di hari ketiga gue di Lombok, kita pergi ke… Suatu tempat. Perjalanannya kurang lebih 2 jam kayak kemarin, dengan Pak Aji masih sebagai supir sekaligus tour guide yang males kena air. Yang gue tau, salah satu tujuan kita adalah pulau Pink. Iya, Pink.

Sebelumnya, seperti biasa kita nyewa peralatan snorkeling sama perahunya sekaligus nelayan yang bersedia untuk nganter kita kemana-mana.

Nah, kali ini beda banget sama sebelumnya. Daerah ini lebih panas, walaupun gak sepanas Bali. Begitu keluar mobil, bau yang pertama kali kecium adalah bau ala-ala Tempat Pelelangan Ikan. Tau kan baunya gimana? Nah! Exactly!

Di perjalanan kali ini, sang nelayan ngejelasin. Katanya, banyak nelayan nelayan dari daerah beliau yang suka ga sadar nyari ikan sampe wilayah perairan Australia. Makanya, banyak warga Indonesia yang ketangkep. Itutuh bukan disengaja, tapi mereka gatau batasnya sampe mana.

Sebagai spot pertama hari ini, kita berkunjung ke pulau pasir semua. Ini bener-bener pasir, kalo pasang sih ga keliatan, tapi kalo surut bakal keliatan banget. Nah gue nyampe sana itu pas ga pasang, ga juga surut. Jadi begini lah penampakannya:

28

29

Walaupun tetep basah, yang penting bisa bener-bener berdiri di tengah laut gara-gara gundukan pasir di atas.

30

10

31

Waktu itu sodara gue nanya pas lagi liat-liat foto, kenapa ada tiang listrik di tengah laut?

Jadi gini, dibalik air laut itu, ada jalan dari pasir yang ga ilang-ilang keberadaannya. Ternyata di Lombok itu suka ada masa dimana air laut bener-bener surut, jadi orang-orang ga bisa pake perahu buat berlayar lewatin itu tiang-tiang. Pokoknya sepanjang tiang itu adalah jalan. Kita tinggal jalan aja lewatin gundukan pasir dari satu pulau ke pulau di sebrang sana (di foto)

32

33

Maaf foto di atas agak goyang. Jujur, gue kira awalnya pak nelayan itu ga pake celana. Tapi ternyata pake, syukurlah. Setelah salah mengira, gue ketemu sama perahu orang lain.

34

Dadaaah perahu orang lain

35

HE HE HE HE

36

37

Gunung di atas itu adalah gunung Rinjani! Pengen kapan-kapan mendaki disana tapi sama siapa 😦 #bukankode #sedikitkodesih #yaudahlah

38

Akhirnya sampe di Pulau Pink!

39

40

Jujur, ga begitu pink sih. Di foto maupun aslinya, pink nya ga begitu keliatan. Tapi kalo diliat deket-deket, yang bikin pink itu adalah pecahan karang warna merah (yang pecahannya itu satu ukuran sama pasir) Makan dulu di Pulau Pink, sambil liat orang pacaran terus foto berdua #bukankode #seriusinimah

Selesai makan, kita pergi ke spot snorkeling yang karang-karangnya bagus.

The photo under was taken by my mom who couldn’t use camera well but at least she’s got something to capture (after I felt so narsis and asked her to take a candid pic of me, who snorkeling without any safety equipment). Oya, a candid photo without my face exposed is way more worth-to-see than a candid while I’m laughing or something because i usually looked like a sleepy cow or a screaming dinosaurs.  Btw, Sorry and thanks mom HEHE

41

Still on my narcissistic mode: ON, I take an underwater selfie! Hashtag UnderwaterSelfie

But sadly, the lens was get dewy/steamy or whatever. And here’s the result

SO SAD

Honestly, my fear to shark under deep water is still here, in my mind. I don’t know why, but I always imagine there will be a shark or weird creatures I may see under the sea. It freak me out! Apalagi gue snorkeling di laut yang lebih dalem, sekitar 3-6 meter dari permukaan laut. Mungkin angka segitu biasa aja kalo dibayangin, gue juga meremehkan awalnya. Tapi pas nyebur dan ngeliat ke bawah… DEG DEG DEG DEG DEG

Airnya juga lebih dingin disini. Lebih gelap. GOD HELP

The last 2 photos above was taken by mi padre who swam further from the boat, and I never want to follow him, EVER. It seem more horrific for me.

Just after I gave the camera to him, I realized that… There were a lot of jellyfish from a small one until a human hand-sized! They swam like I was not there! And they swam right in front of my face. They don’t swam too deep from the sea level. It was beautiful yet creepy as heck.

Because it was my first time to snorkeling far from the beach, I have to go back to the boat just by a small stair. And guess what… It was so hard.

Then, we went to the brighter and more colorful snorkeling spot. FYUH

42

43

44

Nah, pecahan karang itulah yang membuat pulau pink disebut Pink!

45

46

Akhirnya kita kembali ke darat! Btw, selamat ulang tahun yang ke 69, negeriku Indonesia♥

Sorenya, kita kembali ngejar sunset. Dan… Inilah pemandangan selama sore itu:

11

12

Walaupun ketutup hujan nan jauh disana, tapi gapapa ya… Masih ada warna oranye khas sunset. Malamnya, kita pergi beli DURIAN! I don’t know why I love this fruit sooo much!

26

Lombok itu penerangannya masih minim BANGET

27

Selesai makan duren (yang gatau abis berapa biji) kita balik ke hotel.

 

Hari ketiga: Gagal dapet sunset (lagi dan lagi) tapi kesampean makan duren.

Advertisements

2 thoughts on “LOP: Gili-Gili

  1. wah.. ini pantai pinknya via laut ya? darimana sih Ka nyebrangnya? *cupu*
    waktu itu ke pantai pink juga tapi lewat darat dan jalannya jelek banget. Mana pas sampe ’emang’ enggak keliatan pink banget. Yaudahlah ya yang penting judulnya pantai pink :))

    Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s