Meow

#nowplaying Rahasia – Payung Teduh.

Sore tahun 2014 lalu *mentang-mentang udah 2015*, gue yang lagi asyik nonton dipanggil sama nenek buat ke teras samping. Pas dilihat, ada kucing-kucing yang aiiih lucu amat. Kucing tetangga, sih.

IMG_7503

Yang paling nggak bisa diem.
Yang paling nggak bisa diem.

Kalo boleh jujur, kucing nggak masuk kriteria binatang peliharaan yang cocok buat gue. Makanya dari dulu gue nggak pernah punya kucing. Cuma pas masih SD, gue sama adik sepupu pernah nemuin anak kucing kehujanan di depan pager rumah. Akhirnya kita ambil kucing itu terus dimasukin ke keranjang kecil yang udah di lapisin kain-kain bekas biar anget kucingnya. Nggak lupa, kucingnya juga kita selimutin pake kain bekas. Terus kita kasih susu yang bungkusnya warna biru ada gambar sapinya.

Besoknya kita nemuin kucing itu mati. Udah dikerubungin semut pula. Seenggaknya gue pernah melihara kucing walaupun nggak nyampe 24 jam dari pertama ketemu.

R.I.P kucing tanpa nama yang mati kedinginan dan dikerubungin semut.

IMG_7510

IMG_7518

Bicara soal kucing golden blonde (?) di atas, dia ini pengen banget masuk ke rumah. Gue sebagai manusia raksasa tentu nggak meloloskan dia untuk masuk. Setelah beberapa kali percobaan gagal, dia tiba-tiba bertingkah sok imut dan kadang ngasih gue tatapan-tatapan yang nggak kalah sok imutnya. Skak mat. Kayaknya kucing golden blonde ini tau kelemahan gue.

IMG_7515

IMG_7522

Walaupun menurut gue kucing itu lucu, tapi lucuan sobatnya yang bernama anjing. Dulu pernah ditawarin anaknya golden retriever, pas udah bincang-bincang, gue baru sadar kalo gue pun harus ngurusin… Ehem… Kotorannya. Terus beli makannya, groomingnya dan yang paling penting anjing itu harus ada di luar rumah terus karena tidak diperbolehkan masuk rumah menurut ajaran agama yang udah mengalir dalam diri gue semenjak gue masih dalam kandungan /tsah. Dan lagi kalo gue punya anjing, anjing itu harus terus ada di kandang biar nggak kemana-mana. Kan kasiaaan!

Karena itu, gue nggak pernah punya anjing. Jadi ya cuma bisa meratapi aja nemenin temen beli parfum buat anjingnya (parfumnya wangi-wangi lho), ngeliat mereka pada main sama anjingnya, jalan-jalan sama anjingnya, uh… Pengen. 😦

IMG_7525
Ngantuk bor.

IMG_7529

IMG_7546
Warna bibirnya beda sebelah, ya nggak sih?
IMG_7538
Emaknya.
IMG_7539
Emak lelah ngurusin anak-anaknya.

 

IMG_7548

Sekarang gue nggak tau keadaan kucing-kucing itu gimana. Yang jelas mereka udah jarang bahkan nggak pernah diem di teras depan atau samping. Kalo di teras depan kan ada kursi, mereka suka tidur disana tiap malem. Semoga mereka sehat-sehat aja ya. Jangan jadi nyebelin, soalnya kucing-kucing suka nyebelin kalo udah gede. Nyebelin karena sebagian dari mereka suka nggak bisa diem. Huh.

See ya next post.

BHAY.

 

 

Advertisements

10 thoughts on “Meow

  1. Aamiin… Mudah2an selalu bertemu dgn orang yg mencintai kucing.. dan mudah2an ada yg mau adopt kucing2 ini… Aamiin

    Terkadang sedih lihat nasib kucing2 di jalanan itu.. Masih banyak sekali yg jahat.. 😦

    Liked by 1 person

      1. Dikasih nama sama orang di grup PKDI di fb.. waktu tak upload fotonya kan kelihatan hidungnya warna pink.. PInk NOse… He he… tapi sekarang pergi tuh si Pino…

        Masih ada Miu yang lagi hamil sama Fio yang lagi momong anaknya satu

        Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s