Tulisannya Bagus, Ya?

#nowplaying Lihat – Sore.

image

Pernah nggak baca tulisan orang terus rasanya… Nyes… Jleb… Bikin melongo pokoknya? Gue pernah.

Baru aja.

Tapi.

Ya.

Gitu.

Tulisannya bikin baper. Bukan, bukan karena gue yang ngalamin itu bukan. Tapi perasaan yang ada didalemnya. Tulisannya sederhana, kata-katanya enteng, tapi gue suka. Suka banget. Satu judulnya nggak pernah lewatin 200 kata, tapi berhasil bikin gue melongo parah. Tanpa nama, misterius, bikin gue makin penasaran. Baca lagi. Baca lagi. Baca lagi. Sampe akhirnya lupa waktu, tapi gue nggak merasa rugi waktu gue dihabiskan untuk baca tulisannya.

Lebay? Iya.

Gue masih suka, sama tulisannya yang tanpa nama itu. Sama emosi yang muncul saat baca tulisannya. Sama tiap paragraf pendek yang dia ciptakan disitu. Apa cuma gue yang bisa jatuh hati hanya lewat tulisan? Nggak perlu pake rangkaian indah, yang penting berbobot.

Gue jadi inget di salah satu mata kuliah Selasa pagi, dosen gue nyuruh 2 orang cowok buat ngerayu 1 cewek. Salah satunya disuruh keluar dulu biar gombalannya nggak dicontek sama dia. Sebut aja namanya ya? Okey, jadi cowok pertama yang disuruh ngerayu itu namanya Algi, biasa dipanggil Agi atau gue biasa panggil dia Memet. Sedangkan cowok kedua bernama Albert disuruh keluar kelas dulu biar nggak mendengar gombalan Memet. Algi atau Memet ini disuruh ngerayu cewek bernama Vannya. Akhirnya Memet mengeluarkan kalimat-kalimat gombal yang pake kata benda kayak bunga, dsb. Selesai gombal, dia disuruh keluar dan Albert disuruh masuk.

Albert ini gombalnya nggak muluk-muluk, tapi di tengah-tengah gombalan dia bilang “Cinta lu berhasil bikin hidup gua yang gelap ini jadi terang,”

Nggak pake aku-kamu.

Nggak pake bagaikan bunga.

Tapi justru itu yang berbobot.

Ada alasan kenapa dosen kita waktu itu minta mereka melakukan gombal-gombalan, katanya, pada akhirnya keliatan mana yang berbobot mana yang nggak. Bukan dari seberapa indah kata-kata yang kita rangkai, tapi dari emosi yang tercipta saat kita mengutarakannya. Hal itu jadi penilaian khusus beliau saat nanti diskusi, karena beliau nyari sesuatu yang berbobot. Sebenernya kalimat gombal punya Memet jauh lebih bagus daripada punya Albert, tapi emosi yang diciptakan lebih kuat punyanya Albert.

Jadi intinya gitu.

Yang berkesan itu yang berbobot.

Alias yang emosinya dapet.

Alias yang sederhana tapi membekas.

Alias kalo kalian mau ngerayu cewek, jangan pake kata-kata gombal yang terlalu lebay.

Contohnya, “Wajahmu bagaikan mentari yang menerangi duniaku,” Iya, kalo pagi sampe sore. Lah, kalo malem?

Begitulah, permainan kata itu luar biasa luas, kawan. Tinggal kita yang pilih, mau membiarkan kata-kata terlontar gitu aja atau harus melibatkan emosi?

Tapi jangan ah, jangan pake emosi. Kasian yang baperan, nanti urusannya jadi panjang. EHEHE.

Advertisements

13 thoughts on “Tulisannya Bagus, Ya?

  1. Gara

    Itu entah karena bakat atau latihan kali ya Mbak :haha. Tapi mungkin mereka yang berbobot itu lebih mudah mengutarakan isi hati kali ya. Mesti banyak belajar nih :)).

    Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s