Gojek Jaket Merah

#nowplaying Scenario II – Elephant Kind.

 

Lagi-lagi cerita bareng gojek kembali terukir, membuat iri kenangan lama karena iapun ingin seperti itu. Eh. Sebelumnya, gue juga pernah nulis soal gojek disini. Malam itu, jam 11 kurang 15 menit di Jl. Setiabudhi No. 186 baru saja diadakan salah satu event jurusan. Gue dengan terampil memesan gojek sambil beres-beres dengan beberapa panitia lainnya.

Dengan batre gue yang udah sekarat, sang gojek akhirnya menelepon dan memberitahukan bahwa ia sudah sampai. Karena nggak enak untuk pulang duluan mendahului yang lain, akhirnya gue mengirim pesan singkat untuk sang gojek, ‘Mas bentar ya, lagi beres-beres abis event. Bentar lagi ya mas gapapa? Kalo kelamaan, di cancel juga gapapa ko huahua.’ Tidak butuh waktu lama, sang gojek membalas pesan gue. ‘Ya udah saya tunggu d GO ya..saya pake jaket warna merah’ balasnya.

Lama kelamaan batre gue semakin menipis, hingga menunjukan angka 7% di layar. Akhirnya, gue beserta beberapa panitia lain pamit pulang. Gue langsung berpisah sama mereka begitu keluar dari gerbang karena kita beda arah. Dengan segenap tekad, gue pergi ke sebelah kampus untuk menemui gojek yang bersedia nungguin. Mengingat ciri-cirinya yang memakai jaket merah, logikanya, gue hanya perlu mencari orang berjaket merah, kan? Kebetulan, ada laki-laki berjaket merah pertama yang gue temuin. Sendiri, lagi berkutat dengan ponselnya. Gue langsung nanya, “Mas, gojek?” Lantas dibalas gelengan sama dia. Gue melangkah lagi terus berhenti sambil mengutuk sendiri di dalem hati karena gue kira cuma satu-dua orang aja disana, ternyata ada sekelompok laki-laki bervespa yang lagi ngerokok sambil ngobrol-ngobrol. Disebelah kelompok itu, ada beberapa laki-laki juga dengan motor-motor biasa. Gue kira nggak akan lebih buruk lagi, tapi ternyata laki-laki yang berjaket merah ada tiga disana. Tiga yang beneran berjaket merah, ditambah pula yang jaketnya dua warna, yaitu biru-merah.

MAMPUS.

Merasa cemen kalo gue balik lagi, akhirnya dengan semangat ingin pulang karena barang bawaan banyak dan kaki yang pegal, gue menghampiri mereka lantas teriak, “ADA YANG GOJEK DISINI?!” Nggak peduli lagi mau gue diketawain atau apapun. Tapi syukurlah, gue ditanggepin dan nggak ada yang ngetawain. Ada yang jawab “Nggak mbak.” Ada pula yang tiba-tiba ngacung sambil bilang, “Saya gojek teh!” Tapi melihat cengengesan di wajahnya, dia pasti bukan gojek. Hingga orang disebelah yang ngaku-ngaku gojek itu bilang, “Gojek mah itu yang di belakang.” Katanya. Lantas, mata gue mengikuti arah kemana ia menunjuk. Gue terlalu fokus sama kelompok orang-orang di parkiran yang paling menarik perhatian, ketimbang dua orang di ujung gedungnya yang lagi duduk. Salah satu dari dua orang itu memakai jaket merah, gue yakin ia adalah gojek sebenarnya. Begitu gue nyamperin, malah orang di sebelah yang jaket merah lah yang berdiri. Gue langsung nanya, “Gojek?” Terus orang itu berhenti, “Oh, gojek? Ini gojek mah.” Katanya sambil menepuk laki-laki berjaket merah disebelahnya.

Perjuangan menemukan gojek berjaket merah paling sulit sepanjang sejarah gue langganan gojek. Setelah naik gojek itu, melewati kelompok laki-laki diparkiran, lagi-lagi orang yang sebelumnya ngaku gojek bilang, “Saya gojek loh teh,” katanya. Gojek gue malam itu meluncur mulus menuju rumah, lewat jalan muter karena udah di portal. Beberapa bulan setelah tragedi nyari gojek jaket merah, gue dapet orang yang sama lagi sampai 3x. Tapi, kok gue nggak pernah dikasih gratis ya sama dia?

p.s: Sms gue dan gojek itu masih ada, jadi ditulis dengan tanda baca yang sama seperti aslinya.

Advertisements

5 thoughts on “Gojek Jaket Merah

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s