Peraturan Tuan Rumah

#nowplaying Half Light – Fossil Collective.

Saat ada yang mengetuk, tuan rumah buru-buru mempersiapkan sederet peraturan untuk sang tamu.

Tapi ternyata tidak selalu mengetuk, ada yang mendobrak, ada yang hanya diam di depan pintu karena merasa sudah punya tenaga cukup untuk kembali berkelana, ada yang datang lewat jendela, ada yang datang lewat cerobong asap bahkan ada yang datang lewat pintu belakang. Semuanya tetap diterima.

Tuan rumah mempersilakan masuk, asalkan,

Tidak boleh terlalu cepat nyaman. Semua yang ada di dalam rumah ini fana. Kau bisa saja tidak bisa membedakan tuan rumah yang menerimamu dengan tulus atau yang ingin mengusirmu pelan-pelan.

Tidak boleh terlalu lama tinggal. Kau harus tetap berkelana, rumah ini bukan rumahmu, kau hanya tamu yang datang.

Tidak boleh mengacak-acak rumah ini. Sekali lagi, kau hanya tamu yang datang.

Tidak boleh menolak jika disuguhkan camilan sore dan teh hangat, tuan rumah tidak biasanya memberikan hal baik seperti itu.

Jangan mudah tertipu, tuan rumah biasanya meninggalkan kesan yang baik di awal-awal hanya untuk membuatmu merasa diterima. Tuan rumah menjamin kau akan jengah pada waktunya, maka jangan mudah tertipu.

Terkadang tuan rumah mempunyai urusan, kau harus dibiasakan untuk mandiri saat berkunjung karena tidak mampu ia untuk memantaumu.

“Mudah, bukan?” tanya tuan rumah diakhir penjelasan peraturannya.

Namun, yang lebih penting dari semua hal diatas adalah,

Jangan lupa pamit saat ingin berkelana kembali, tuan rumah pasti mendukung, apalagi jika kesan yang kau tinggalkan baik walaupun mungkin akhir-akhir waktu tuan rumah tidak baik kepadamu. Jangan pula kau lupakan tuan rumah ini, akan ada saat dimana kita bertemu lagi di suatu waktu di masa depan.

Peraturan itu tidak sembarang dibuat. Tuan rumah tahu jika ada pertemuan maka ada pula perpisahan. Jika ada yang datang maka ada juga kata ‘pergi’ diakhirnya. Tuan rumah adalah orang yang lemah, wahai tamu. Mungkin tuan rumah terkesan acuh dan terlihat kuat, tapi sesungguhnya ia rapuh. Jalan satu-satunya adalah mencegah tuan rumah dan sang tamu agar sama-sama tidak tersakiti atau menyakiti satu sama lain.

Jangan menghabiskan banyak waktu di rumah ini, wahai tamu.

Kecuali jika kau akan tinggal, yakinkanlah tuan rumah dengan cara yang tidak terduga agar ia mengurung keputusan untuk memintamu pergi.

image
Sumber: Tumblr.
Advertisements

8 thoughts on “Peraturan Tuan Rumah

  1. Saya menebak-nebak akan diibaratkan dengan apa tamu dan tuan rumah ini. Sampai akhir baca masih agak bingung. Sepertinya “teka teki” dari tulisan ini ada di akhir paragraf. Ah, tapi masih bingung. 🙂

    Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s