Ngampus, Mandi dan Jatah Absen

#nowplaying We All Lose – Elephant Kind.

Berapa kali dalam seminggu kalian nggak mandi saat pergi ngampus?

Atau mungkin hanya gue yang kayak gitu. Semakin kesini, seiring berjalanannya waktu, gue semakin males mandi. Semuanya diawali oleh males ngampus yang berakhir pada males mandi. Duh. Gue kira semakin bertambahnya umur, intensitas mandi gue akan bertambah tapi taunya gitu-gitu aja bahkan berkurang.

DASAR CEWEK JOROK.

Padahal katanya cewek itu nggak boleh jorok, harus bersih, tapi apa daya. Beberapa minggu terakhir semester tiga kemarin, detik-detik menjelang UAS, gue semakin males ngampus. Entah rasanya ketemu dosen lagi setelah kebanyakan dispen dan field trip dan lain sebagainya membuat gue semakin males untuk masuk kelas dan belajar seperti biasa. Anehnya, gue nggak pernah rela memanfaatkan absen ala-ala anak STPB kampus kami, wadah kami menuntut ilmu ini. Nggak satu jam pun. Gue jadi merasa setengah-setengah, kalau males ya udah males aja nggak usah ngampus. Namun disisi lain, gue mikir, ah sayang banget nih absen kalau dipake, takut-takut ada kejadian yang nggak mengenakan nantinya sehingga gue harus menggunakan jatah absen itu untuk sesuatu yang lebih penting ketimbang sekedar rasa malas.

Tapi sampai semester tiga berakhir ini, ternyata belum ada sesuatu yang mengharuskan gue menggunakan jatah absen dalam bentuk yang urgent. Lalu gue menyesal kenapa nggak memanfaatkan absen aja barang beberapa jam yang penting nggak sampai tanda tangan surat peringatan. Huh.

Pernah dalam dua minggu berturut-turut, gue nggak mandi 4 hari. Anehnya, semakin siang jam kuliah, semakin males gue untuk berangkat. Sebenernya gue males kalau dapet kelas yang baru mulai jam 09.50, karena gue pasti ngaret dan baru nyampe kampus paling jam 10.00. Udah dua kali gue dibilangin sama dosen kalo absen gue di cross tapi ternyata nggak, jadi pas gue cek portal mahasiswa dan nanya langsung ke kantor prodi, absen gue masih nol. Padahal waktu itu gue udah rela dan ikhlas di cross, udah nggak peduli lagi yang penting kan masuk kelas dan nggak ketinggalan materi. Cie rajin.

Dulu jaman SMA yang notabene masuknya lebih pagi apalagi pas kelas 12 menjelang UN ada pemantapan setiap jam setengah 7 pagi, gue tetep sering mandi. Bukan berarti selalu mandi, karena gue pernah juga beberapa kali nggak jadi mandi karena udah telat. Tapi nggak separah pas kuliah, dimana gue bisa nggak mandi padahal waktu luang sehabis bangun tidur terbilang banyak karena kelas paling pagi mulai jam 08.00.

Setelah dipikirkan, ternyata ketersediaan waktu luang banyak itu yang membuat gue semakin males. Biasanya sehabis subuh, gue gabut nggak tahu mau ngapain sehingga memilih untuk tidur lagi. Makanya alarm gue ada dua, satu untuk subuh dan satunya lagi untuk ngampus beneran.

Korelasi antara males ngampus, mandi dan jatah absen itu emang erat banget. Disaat males ngampus, otomatis untuk mandi pun males, saat itu seharusnya gue menggunakan jatah absen yang ada dengan sebaik-baiknya. Untungnya, gue selalu disangka udah mandi kalau ngampus padahal belum mandi. Waktu itu percakapannya seperti ini, “Tadi aku hampir kesiangan siah,” curhat seorang temen yang akhirnya gue tanggepin, “Aku juga. Makanya nggak mandi.” Terus dia dengan tercengang-cengang ngomong, “Nggak mandi?! Tapi nggak keliatan! Keliatannya mah udah mandi.” Intinya gue mau mandi atau nggak ternyata sama aja keliatannya. Jadi kesimpulannya, untuk apa mandi? Eh.

Sepertinya, resolusi gue untuk 2017 harus ditambah. Mandi ngampus harus lebih rajin, soalnya kalau ngampus gue nggak mandi, bisa dipastikan seharian itu gue nggak akan mandi karena gue mandi sehari cuma sekali. Kecuali kalau sorenya ngerasa sumuk, ya tetep aja gue nggak mandi. HA. Karena rasa sumuk itu bisa hilang hanya dengan keramas doang, jadi dibandingkan mandi gue lebih milih keramas yang segernya setara.

Resolusi kedua, jatah absen harus digunakan. Setidaknya kalau gue bener-bener jenuh sama ngampus, bolos aja! Tanpa ba-bi-bu, udah, nggak usah masuk! Gue harus menggunakan jatah absen gue saat bener-bener butuh. Apalah artinya rajin ngampus kalau jiwa dan raga ada di tempat lain, meraung-raung untuk dihampiri.

Jadi, jangan kayak gue. Mau bolos aja setengah-setengah banyak mikirnya, nggak rajin mandi pula. Jangan dicontoh ya.

Advertisements

19 thoughts on “Ngampus, Mandi dan Jatah Absen

  1. anjay, jujur bener bu, jadi inget diri sendiri,eh
    wkwkwkw
    merasa ada teman seperjuangan ini saya hahaha
    tapi kok sama ya di bagian absen, awal pengennya zero absent, 3 hari sebelum uas malah habisin jatah absent wkwkwk, tapi untung ga kena sp 1 hehee
    btw, udah mandi hari in?

    Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s