Waktu

#nowplaying FHKD – Honne.

Lalu di setiap waktu-waktu yang memaksa, diam-diam ada kalimat-kalimat bisu yang berharap untuk diucap.

source: Tumblr // tulisan nulis sendiri.

Waktu itu emang hebat. Kadang suka takjub dengan bagaimana waktu bekerja. Manusia selalu mikir kadang mereka mendapatkan waktu yang nggak tepat, padahal mungkin menurut sang pencipta, itu adalah waktu yang paling tepat buat mereka.

Waktu menuntut manusia buat nerima. Nerima semua keadaan, baik atau buruk, susah atau senang.

Waktu nggak pengen manusia jadi egois. Kadang ada hal-hal menyenangkan yang direnggut gitu aja.

Waktu sering membuat manusia jadi serakah. Kadang 24 jam dalam sehari aja dirasa nggak cukup.

Waktu membiarkan manusia belajar. Kalau-kalau nanti menghabiskan waktu dengan orang yang salah, padahal ternyata sisi baiknya orang itu sedang memberikan pelajaran.

Waktu juga ternyata menyembuhkan. Katanya sih gitu. Entahlah, apa beneran menyembuhkan atau nggak. Yang pasti waktu bisa meleburkan segala rasa pada sesuatu, contohnya rasa benci.

Waktu juga membawa keberanian, kayak lirik lagunya Payung Teduh bunyinya begini,

Berharap waktu membawa keberanian, untuk datang membawa jawaban.

Lalu, udah cukup berani belum buat membiarkan semua kejadian-kejadian sesuai dengan garis waktunya?

Advertisements

10 thoughts on “Waktu

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s