Investasi Memori Lewat Sosial Media

#nowplaying Ocean – Native.

Mungkin nanti setelah seorang Odris menjadi ibu, kalimat yang bakal diucapkan pada anaknya adalah, “Nak, ini blog ibu dulu. Isinya curhat-curhat nggak penting kadang juga nyeritain jalan-jalan, cinta, bahkan kamu waktu masih unyu sampe segede ini. Ambil baiknya aja ya nak, tolong.”

Gue baru sadar di dunia yang serba pake teknologi dan modern ini, tetep ada sesuatu yang bakal dibawa sampai tua nanti. Walaupun gue nggak bisa menjamin apakah perusahaan-perusahaan sosial media itu bakal terus lanjut dan masih tetep eksis, atau malah berhenti dan tutup kayak friendster. Namun melihat facebook yang sampe sekarang masih dipake walaupun ke-eksisannya nggak seheboh dulu, ada kemungkinan sosial media lain pun bisa bertahan sampai bertahun-tahun yang akan datang.

Jadi, apa yang bakal dibahas?

Gue ingin membahas memori, lebih tepatnya, investasi memori. Investasi itu nggak melulu soal harta, tapi memori pun buat gue adalah salah satu bentuk investasi untuk masa depan. Kok gitu?

Iya, karena entah berapa lama, entah seberapa jauh, tapi memori yang pernah kita buat bakal selalu terkenang. Apalagi, kalau memori-memori itu punya tempat penampungannya sendiri. Karena itulah gue berani mempertahankan blog ini dari jaman tahun 2011 dimana gue masih SMP, walaupun baru mulai aktif blogwalking setelah UN SMA.

Selain blog ini, tempat penampungan lainnya ada di instagram, dimana gue suka kadang terhanyut buat cerita atau curhat di captionnya makanya caption instagram gue suka panjang-panjang walaupun nggak semuanya.

Dua hal ini, wordpress dan instagram, merupakan tempat penampung memori di sosial media. Emang gue nggak menulis dan menunjukkan semuanya, tapi seenggaknya ada potongan-potongan kisah masa lalu yang terekam. Blog dan instagram ini bisa jadi bahan flashback di masa tua, kalau dibaca ulang ya mungkin bisa bikin ketawa, nangis bahkan rindu. Path pun seperti itu kan? Di tahun-tahun selanjutnya, dia suka ngingetin kita dengan cara dapet notifikasi ‘Walk Down A Memory Lane’ yaitu memperlihatkan kembali foto yang pernah kita share dulu. Menurut gue hal tersebut adalah salah satu investasi memori yang dilakukan oleh kita dan didukung oleh fiturnya Path.

Tapi hanya dua hal ini yaitu instagram dan wordpress yang merekam hampir setiap kisah hidup yang terjadi sama gue. Entah soal tulisan jaman SMP sampai Kuliah, lalu nanti saat gue mulai kerja dan berkeluarga. Masa depan rasanya dekat tapi ternyata jauh. Masa depan rasanya mengambang minta digenggam. Masa depan rasanya pasti tapi ternyata masih fana.

Gue ingin berbagi, ingin menumpuk kenangan, sampai masa dimana gue bisa melihat ulang semuanya. Gue bakal memainkan rentetan memori kenapa bisa menjadi seseorang yang seperti ini. Apa yang gue pilih semasa hidup di dunia ini, semuanya berbentuk memori. Makanya, investasi memori adalah hal yang menyenangkan. Dimana hal itu salah satunya bisa menjadi tempat yang membantu gue menghabiskan masa-masa tua nanti, dengan baca-baca tulisan atau lihat foto-foto jaman masih muda. Dimana kedua hal itu yang bakal gue tunjukkan kepada anak-anak nanti dengan maksud ingin menunjukkan bahwa dulu ibunya seperti apa. Itupun kalau masih dikasih umur sama Allah SWT.

Karena dalam proses investasi memori ini, gue nggak pernah ngehapus postingan awal instagram gue yang disana tertulis 22 Juli 2012. Makanya kalau ada yang niat ngestalk instagram gue sampai bawah, foto-foto awalnya walaupun jelek banget tapi tetep gue pertahankan. Kenapa? Karena kejadian waktu itu pernah jadi bagian kecil dalam hidup ini, yang mungkin kalau nggak diabadikan bisa terlupakan gitu aja.

Investasi memori pun terbukti saat ada sesuatu yang mengharuskan hardisk gue di format, alhasil semua foto, tugas, dokumen, video bener-bener menghilang. Salah duanya adalah foto-foto pas Urbangigs yang mana pengisi utamanya adalah The Adams, band favorit gue dan Light 2016 yang ada Tigapagi, Danilla, Mocca dan Raisa. Kedua folder itu nggak gue milikin di laptop, makanya hardisk adalah tempat paling penting. Untungnya, gue udah pernah ngeshare foto-foto Light 2016 dan Urbangigs itu ke instagram, otomatis tersimpan juga di gadget gue foto aslinya.

Raisa di Light 2016.
Mocca di Light 2016.

Pas Danilla hujan deras makanya nggak ngeluarin kamera sama sekali dan pas Tigapagi gue masih dapet posisi di belakang. Lalu foto-foto The Adams di Urbangigs, dimana gue hanya sejengkal dari panggung, kalo ngulurin tangan pasti bisa high five sama mereka.

Pandu The Adams di Urbangigs.
Ale The Adams di Urbangigs.

Walaupun tinggal bersisa foto-fotonya yang pernah dishare di instagram aja, tapi setidaknya gue masih punya secuil memori yang bisa dibawa dan dilihat kembali buat nanti. Kadang emang nyesek banget sih, kalo kita udah mengabadikan sesuatu lalu hilang gitu aja tanpa bisa dikenang lagi. Tapi akhirnya yaudah, mungkin emang jalannya harus gitu, mungkin lain waktu harus nonton lagi atau ke tempat yang sama lagi biar terekam kembali walaupun pasti nggak sama.

Oleh karena itu, sosial media harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Foto-foto yang baik, tulisan yang baik, saring mana yang pantas dan tidak pantas buat dishare. Karena kita nggak tahu sampai kapan umur kita, jadi setidaknya kalau emang harus pergi selamanya, kita udah meninggalkan hal-hal baik buat orang-orang. Gue pun nggak tahu, apa yang bakal terjadi sama diri ini 5 menit dari sekarang, besok, minggu depan, tahun depan, jadi setidaknya tinggalkanlah sesuatu yang nggak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Walaupun sebenarnya, investasi memori ini nggak harus menggunakan sosial media. Tapi karena topik yang gue usung khusus di sosial media, jadilah medianya berbeda. Padahal bisa aja kita cetak foto-foto terus dibikin album atau bisa hanya ditaruh di semua gadget yang kita punya tanpa disebarluaskan.

Kalo kalian, media apa yang digunakan sebagai tempat investasi memori? Atau malah nggak menggunakan sosial media untuk tempatnya?

Advertisements

14 thoughts on “Investasi Memori Lewat Sosial Media

  1. Blog sih pasti ya. Instagram udah nggak lagi; tp akunnya masih ada. Dr thh 2010 udah rencana pengen ngeprint blogku trs dijilid rapi gitu. Buat warisan memori untuk anakku kelak.

    Like

    1. Waaah dari 2010! Blog aku aja belum lahir tahun segitu :” Iya bener mbak, buat warisan nanti. Nggak ada yang lebih berharga ketimbang catatan hidup orang tuanya dahulu heuheu.

      Like

  2. Sebagian di blog, sebagian di instagram, sebagian di facebook, sebagian juga aku cetak 🙂

    Setuju banget untuk menyaring apa yang mau dipamerin di medsos, karena jempolmu itu merupakan pesonamu…whahwha

    Like

    1. Wah aku tidak menggunakan facebook sebagai bahan investasi memori, karena fb beralih fungsi untuk perantara main game huahua. Aku belum punya sesuatu yang dicetak sih, kayaknya harus cepet-cepet.

      Dan jempolmu adalah harimaumu, hahaha:))

      Liked by 1 person

  3. Aku dulu sempat ngeprint tesri2 di Friendster. Hahaha kurang kerjaan.

    Kurasa Blog (untuk cerita) dan Facebook yang bakal aku pertahankan utk investasi memori..secara FBku ultah yg ke 9 tahun ini..(emang blog aja yg ultah ya audris…hahaha)

    Instagram juga deh.
    Mudah2an mereka masih ada sampai kedepannya

    Like

    1. Ih lucuk sampe udah diprint segala wkwk. Waaah facebook udah nggak dipake buat investasi karena jadi perantara main game:))
      Facebooknya udah tua juga ya, udah 9 tahun huahua.
      Instagram, apalagi dulu suka ngepost cupcakes super unyu yang terlihat lezat tapi apa daya kalo dikirim ke Bandung nanti gimana bentuknya pas nyampe :”

      Like

  4. First, aku iri beud kamu cuman sejengkal dr panggung! 😉

    Setuju, trnyata ga cmn aku aj yg aware soal upload2 yg baik2 biar jejak yg aku tinggalin seenggaknya ga jd sampah doang.

    Like

    1. Aku pun tidak menyangka! :” Berarti kalo nonton ug memang harus berjam-jam sebelum line up utamanya tampil heuheu.
      Iya, biar nanti nggak merugikan orang-orang juga, kan kasian merekanya ya 😦

      Like

  5. Dris, kok kayaknya beda banget ya tulisan Audris zaman habis lulus SMA sama sekarang. Berasa tua atau yaaah dewasa banget gitu yaaa hehehehe

    Oh ya, jawab pertanyaan di akhir… Yang pertama jelas blog yaaa terus Facebook Dris, dia emang yang paling ngerti deh, bisa ngingetin kejadian hari utu sampai beberapa tahun yang lalu… Oh ya, sama hardisk… Semuanya ter-simpan rapih di sana. Asalkan nggak jatuh terus hilang file, aman deh hehehe

    Like

    1. HAHAHA zaman abis lulus sampe sekarang :” iya udah tua kok sekarang:(
      Aku dulu bukan penggiat fb sih makanya di fb ku ga banyak memori yang tersimpan, apalagi sekarang cuma buat main game doang huhu. Hardisk, asalkan gak error tiba-tiba dan harus di format hhhh hardisk kadang semenggemaskan itu.

      Like

  6. Ah aku suka tulisan iniii. Sejauh ini aku nyimpen sebagian memori di ig dan wordpress. Eh twitter juga sih karena masih aktif setelah 7 taun dipake. Mungkin di beberapa akun lain pun ada, kaya soundcloud, youtube, atau tumblr. (LAH NAPE JADI BANYAK) HAHAHA.

    Ya pokoknya, karena ini memori, makanya gakmau share yang aneh2, sebisa mungkin sesuatu yang baik.

    Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s