Perihal Patah Hati 2.0

#nowplaying Ada Di Sana – Danilla.

Mari kita ngomongin patah hati lagi, yang sekarang udah di upgrade menjadi versi 2.0.

Beberapa hari yang lalu, gue iseng baca tulisan-tulisan lama di blog ini sekaligus merapikan kategori-kategorinya. Lalu, perhatian gue tertuju pada tulisan soal patah hati yang ditulis pertengahan tahun kemarin.

Setelah melalui bulan demi bulan, kejadian demi kejadian hingga detik ini gue menulis, ternyata patah hati bukan sesuatu yang pengen gue alami. Singkat cerita di postingan itu gue bercerita tentang harapan merasakan patah hati setidaknya sekali dalam seumur hidup. Gue pengen banget nangis setelah dipatahkan hatinya, bahkan gue udah nyiapin semua quotes-quotes berdasarkan fasenya.

Tapi ternyata waktu merubah segalanya, untung negara api nggak ikut-ikutan nyerang.

Perihal hati yang sudah ditanamkan sebuah rasa, gue jadi nggak pengen patah hati. Setidaknya kalo pun patah, gue nggak mau sama orang ini. Orang yang sekarang bisa dikatakan cukup berhasil dan gue biarkan dia buat mengisi celah-celah kosong yang udah terlanjur berjamur ini.

Akhirnya gue merasakan bagaimana rasanya menaruh rasa pada seseorang dimana orang itu menaruh rasa yang sama. Akhirnya gue merasakan sendiri gimana gelinya menggunakan ucapan-ucapan yang dulu gue anggap tabu. Akhirnya gue merasakan rindu yang sebenarnya. Akhirnya gue luluh sama semua tindakannya. Siapa yang sangka.

Takut? Jelas. Gue takut, perihal kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Tapi akhirnya gue pun harus siap, karena jatuh cinta sama patah hati itu udah sepaket. Gue pun takut, perihal mengecewakan dan dikecewakan. Gue takut, perihal ditinggalkan dan meninggalkan.

Tapi, ternyata orang jatuh cinta itu nggak pernah setakut ini. Kunci menaruh rasa pada seseorang itu adalah menghalau semua ketakutan bahkan buat mikirin kemungkinan-kemungkinan terburuk pun mereka nggak nyampe. Gue pikir setiap orang yang jatuh cinta bakal mikirin bagaimana cara mengantisipasi patah hati. Ternyata nggak, kalo jatuh cinta ya jatuh cinta aja. Gue sebagai awam ini justru lebih antisipan untuk hal-hal yang nanti bakal dihadapi. Disatu sisi gue seneng sama perasaan ini, tapi disisi lain gue takut sama kemungkinan terburuknya.

Kenapa? Karena yang gue yakini adalah, jodoh itu ada di tangan Allah SWT, yang udah merencanakan semuanya dan gue nggak bisa apa-apa soal siapa jodoh gue nanti, selain berdo’a dikasih yang terbaik. Tapi lama kelamaan gue jadi berharap, semoga jodoh terbaiknya adalah orang ini. Kalo emang jodoh alhamdulillah, kalo nggak ya pasti sedih, tapi nggak apa-apa karena semuanya udah ada yang ngatur.

HIH APAAN SIH DRIS TULISANNYA GELI AMAT.

Oke lanjut.

Iya, jodoh kan siapa yang tau. Yang gue yakini lagi, sekarang banyak-banyaklah perbaiki diri, biar dapet jodoh yang baik pula. Gue pun nggak bisa berharap lebih daripada pengharapan gue sama Allah SWT. Yang terakhir, gue nggak boleh menaruh rasa yang lebih ketimbang rasa gue buat Dia agar Dia nggak cemburu.

Berarti kalo tulisan ini disimpulkan, hasilnya adalah gue-nggak-mau-patah-hati.

image
Source: Tumblr.

Perihal patah hati sekarang udah berganti, setelah di-upgrade gini gue jadi berharap biar nggak ada tulisan tentang patah hati nantinya.

Tapi kan, masa depan itu bukan gue yang menentukan, gue cuma memperjuangkan. Jadi ya mari lihat jalannya bakal seperti apa nanti. Hehe.

p.s: Untuk ibuku tercinta yang mungkin nanti membaca tulisan ini, maaf ya bu, anaknya lagi jatuh cinta. Gimana? Ibu setuju nggak sama orang ini?

Advertisements

10 thoughts on “Perihal Patah Hati 2.0

  1. Ugh, rasanya kok aku greget ya, aku masih ingat postingan yang itu – yang bikin aku senyum-senyum “ada ya yang pengen patah hati gini” aku jadi hafal blog ini haha, kyknya setahun apa dua ya wktu aku awal2 ngeblog ~

    Semoga engga galau2 banget, karena pada akhirnya semua blm tentu menetap 😉

    Like

    1. HEUHEU :” ada kok, ada banget yang pengen patah hati tapi ditulisnya sebelum jatuh hati, eak eak. Tahun kemarin itu heuheu.
      Aamiin mbak, tapi yasudahlah urusan hati mah diserahin aja ke Allah :”

      Like

  2. Serius belum pernah ngrsain sakit hati? Mntabs 👍patah hati ya.. Ngersain patah hati itu sakit banget sih, tp stdaknya ada pljaran besar yg bisa di ambil setelah rasa patah hatii itu pergi, km bsa jdi lbih kuat, lbih ngerti mna yg trbaik buat km, dn yg pling pnting gk nglkuin kslhan yg org lain lkuin k kmu soalny tau gmna rasa sakitnya, cintaii rasa sakit itu karna rasa sakit itu berharga *iklan* 😂😜maaf ya curcol 😅

    Like

  3. Kalau buat didi patah hati itu pembelajaran, sampai akhirnya dipertemukan oleh sang jodoh. Sakit sih tapi seiring berjalannya waktu dan niat dari diri kita sendiri untuk move on pasti bisa move on sampe sekarang akhirnya dipertemukan dengan abang rendang oleh yang maha memiliki hidup ini. ☺ jodoh nggak kemana, itu betul. jodoh semakin dicari semakin terlihat jauh namun ketika waktunya tepat pasti bertemu dalam sikon apapun. Namun jodoh itu kita yang memilih dan mengupayakannya. Tapi harus diinget perjalanan cinta itu nggak hanya sebatas bertemu jodoh dan happy ending ke pelaminan. ☺ #kokcurhatyah

    Like

    1. Sesakit itu ya sampe kayaknya tiap orang yang pernah patah hati bilangnya gitu heuheu. Itu tentram banget dipertemukannya dengan abang rendang, siapa yang ga cinta rendang :”‘
      Mungkin jodoh itu datang pas kita udah siap berarti ya? Berarti tugas lain setelah jatuh cinta adalah berjuang terus ya mbak heuheu

      Like

      1. Hihihi tapi bener tuh siapa yang nggak cinta sama rendang. (#brb ke warung padang dulu)

        Iya berjuang, menjadi diri sendiri ataupun mencari jati diri. Kalau sudah bertemu dengan si jati jangan lupa bersalaman, kibarkan bendera perdamaian dan mulailah berteman. Mungkin jodoh datang ketika sudah bertemu dengan jati. (*nguomong uopooo iki)

        Like

  4. BELUM HUA. Sakit banget sampe butuh waktu lama untuk move on-nya ya? Penasaran tapi takut disaat yang bersamaan. Mungkin juga kalo akhirnya patah hati ya pasti merubah juga siapa tau masih banyak yang harus dibenahi gitu ya mbak huhu.
    Iya, aku cintai nanti kalo patah hati wkwk

    Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s