Weekend di Tafso Barn

#nowplaying Caiti – Born Cages.

Udah ada plan belum, mau ngehabisin weekend ini dimana?

Hari Jum’at yang bertepatan dengan libur paskah kemarin, gue sama ibu pergi ke daerah Punclut dengan tujuan awal pengen ke Lereng Anteng yang sempet naik daun gitu namanya dan kita belum pernah kesana. Ternyata di satu wilayah yang sama, ada 3 tempat berbeda, satu gue lupa namanya apa, satu Lereng Anteng dan disebelahnya ada Tafso Barn. Setelah ngeliat ketiga tempat itu, kita memutuskan buat ke Tafso Barn.

Di depan pintu masuk, kita langsung di stop sama mbak-mbak pegawai dan dia ngejelasin kalo weekend, semua pengunjung yang dateng kesana dikenakan charge sebesar Rp. 15.000. Yaudah, akhirnya kita bayar charge itu dan dapet tiket yang nggak boleh ilang. Kenapa? Karena nanti total tagihan makanan dan minuman kita bakal dipotong sesuai jumlah tiket yang kita punya. Misalkan tagihannya Rp. 100.000 terus gue dateng berdua, otomatis punya dua tiket yang kalo ditotalin jadi Rp. 30.000. Nah nanti kita tinggal kasihin tiket yang kita punya, jadi bayarnya Rp. 70.000 aja karena ibaratnya kita udah bayar sebagian kecil di awal masuk.

Seperti yang diketahui dari awal mikir daerah Punclut kayak gimana, Tafso Barn pun berada di turunan. Nggak heran kenapa Tafso Barn ini dipenuhi tangga dimana-mana.

Pilihan tempat duduk disana terbilang banyak dan bervariasi dan nyaris semuanya cocok buat dijadiin tempat foto-foto. Ada tenda-tenda unyu seperti di bawah ini,

Satu tenda bisa muat sampe 6 orang, mejanya pun ada yang persegi panjang dan bundar. Kebayang nggak sih gimana romantisnya kalo hujan pas lagi duduk di dalem tenda transparan itu sambil ngeliat ke langit.

Selain tenda, ada juga semacam tempat lesehan panggung luas kayak gini.

Cuma menurut gue yang kayak gitu udah biasa sih ya. Ada juga pilihan lain kayak kursi di belakang lesehan ini.

Ada juga yang unik selain tenda transparan itu dan bisa lebih punya privasi sendiri walaupun pemandangannya nggak bakal keliatan.

Selain makan dan foto-foto, Tafso Barn juga punya tempat mini golf khusus buat pengunjung.

Awalnya gue sama ibu milih buat duduk di tenda-tenda transparan itu, tapi karena kepanasan jadi kita pindah ke tempat yang atapnya nggak transparan. Gagal foto di dalemnya deh. Kita pindah ke pilihan tempat duduk terakhir, yaitu disini:

Bukan, bukan di rumah pohon itu, tapi turun sedikit ke bagian sini:

Buat gue malah ternyata duduk disana lebih menarik, karena bisa lihat pemandangan Kota Bandung langsung dan cocok buat yang pengen tempat duduknya empuk.

Setelah keliling-keliling, akhirnya kita pesen makanan. Pilihan makanannya lumayan banyak, tapi gue sama ibu cuma ngemil sama minum aja disana.

Daftar menu Tafso Barn.

Ternyata kita pesen menu yang mirip. Ibu pesen pisang tanduk goreng dan gue pesen crispy choco banana alias piscok, makanan anak sekolahan sampai mahasiswa yang bikin nagih. Pisang tanduknya enak, piscoknya lebih enak dan untungnya ditaburin palm sugar sama keju jadi bukan bintang piscok biasa. Untuk minumnya gue pesen matcha seperti biasa dan ibu es kelapa.

Yang bikin kaget adalah, ternyata sistemnya kita harus langsung bayar. Kalo nggak ada cash bisa gesek pake debit atau kredit. Sialnya, kalo mau gesek otomatis kita harus naik ke atas, masuk ke bangunan deket pintu masuk karena hanya itu satu-satunya kasir yang tersedia. Waktu itu ibu memutuskan buat ke kasir atas aja setelah gue paksa. Diperjalanan naik gue bilang, “Bu capek loh naik ke atas.” karena gue udah merasakannya.

Tipsnya kalo makan disana, mending bawa uang cash kecuali kalian sanggup jalan. Sanggup sih sanggup sebenernya, cuma nyampe atas jadi keringetan dan ngos-ngosan. Mungkin karena faktor gue jarang olahraga juga makanya kelelahan pas naik. :”

Nah seperti yang gue bilang diawal, total tagihannya bakal dipotong sama jumlah tiket yang kita punya. Jadi tagihan gue sama ibu otomatis dipotong Rp. 30.000 karena punya 2 tiket, asal tiketnya nggak ilang. Waktu Jum’atan mulai, kita pulang, alasannya biar jalanan kosong karena masih ada tempat-tempat yang bakal didatangi hari itu.

Bandung, alias kota gue tercinta ini emang punya banyak banget tempat-tempat asik buat nongkrong, hunting foto dan makan, nggak heran setiap libur pasti plat nomor mobil yang berkeliaran di Bandung jadi bervariasi. Jadi buat yang mau atau lagi berada di Bandung, selamat menikmati liburan! Besok masih tanggal merah, santai dulu aja, dateng ke banyak tempat di Bandung, siapa tau ketemu jodoh.

Bonus foto gue sama ibu sebagai customer yang udah ada disana mulai dari masih sepi sampe ramai.

Advertisements

13 thoughts on “Weekend di Tafso Barn

    1. Ndak ndak, jadi tiket itu istilahnya ga akan terbuang sia-sia. Jadi 15rb itu gak berperan sebagai tiket masuk aja, orang-orang ga rugi dan 15ribu itu cuma berlaku pas weekend aja heuheuheu.

      Liked by 1 person

  1. Iya ada selain lereng anteng dan tafso barn, aku pun lupa namanya. Pokonya dalemnya sejenis begini. Mereka satu geng apa begimana yak. Sistem langsung bayar kaya di D’Pakar ya, tapi kalau disana langsung order dikasir, langsung bayar disitu, jadi kita gak mesti bolak balik.

    Yang bikin serem cafe yang datarannya gak rata begini adalah takut longsor Dris 😦 ya gak sih?

    Like

    1. Kalo gak salah namanya blank blank gitu aku lupa juga wkwk. Walaaa aku belum pernah sih ke D’Pakar, orang Bandung kurang main:(
      Iya! Takut longsor banget apalagi kalo mulai mendung-mendung gitu aku takut jadi pengen balik aja huhu.

      Like

Diterima Apa Adanya Kok

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s